My Workplace by Ella Emanuella

My Workplace by Ella Emanuella

Mendengar kata menulis bagi seorang yang berkecimpung di dunia finance/accounting rasanya “not familiar”. Tapi, tidak ada salahnya sesekali orang finance ini menulis..walau pastinya amatir (toh ada editornya ini..😁)

Pengalamanku di kantor-kantor sebelumnya yang memiliki politik kantornya masing2 dan juga atasan yang kurang baik membuatku jenuh, muak, dan stres. Sedikit banyak hal2 negatif tersebut sudah mempengaruhi sikap dan karakterku karena kurang lebih mengalami hal tersebut selama 5 tahun. Di 2 kantor terakhir, kerja masing2 adalah budaya kerjanya, karena masing2 mempertanggungjawabkan sendiri pekerjaannya. Kalau salah ya tanggung sendiri dan selesaikan masalahnya sendiri (apa2 sendiri deh) karena atasan yang paling atas menilai kerja langsung kepada individu bukan tim. Bahkan di antara rekan kerja pun tidak ada ketulusan saling support dan back up. Yang didapat malah rekan yang menusuk dari belakang, yang cari aman untuk dirinya sendiri dan tidak peduli dengan rekan yang lain. Alhasil..sikap individualistis secara tidak sadar terpatri dalam diriku. Sampai satu titik aku berteriak “it’s enough!!” Ah..rasanya mustahil bisa mendapatkan kantor yang punya atmosfer kerja yang baik dan punya atasan yang baik. Saat itu aku mengalami yang namanya depresi sindrom yang kalau menurut ilmu psikologi ciri2nya adalah malas bangun untuk bekerja. Berat rasanya untuk pergi kerja, tidak ada semangat, hanya terpaksa.

Namun tepat di tahun yang baru tahun 2016 yang lalu Tuhan menjawab doaku, dan 2 tahun sudah aku bekerja di kantor yang punya atmosfer yang baik plus atasan yang baik juga. Perlahan namun pasti bagian2 negatif dari diriku terkikis. Hal ini terjadi karena di kantor Ceritera ini punya leader-leader yang positif, yang bijak, dan yang punya hati tulus. Nah..baru saja kemarin kami Outing. Walau lelah dan kurang tidur (karena aku dipercaya untuk bantu Jojo sebagai PIC) , tapi Outing ini menjadi the best outing yang pernah aku alami. Bukan karena tujuan negaranya adalah Thailand. Tapi keseruan, kekompakan, dan canda tawa dari semua tim Ceritera yang ikut Outing ini yang membuat amat sangat berkesan di hatiku. Apalagi melihat semuanya happy.

Ada sesi di hari terakhir dari Ko Edward yang berkesan untuk aku pribadi yaitu adanya keterbukaan dari tim Ceritera tanpa adanya batasan lini atasan bawahan. Hal ini seperti muluk rasanya untuk terjadi di sebuah kantor, apalagi kantor aku dulu. Tapi ini terjadi di tim Ceritera. Semoga Ceritera selalu membawa hal-hal positif bukan hanya untuk timnya saja, tapi untuk leader2nya juga dan semua yang mengenal Ceritera.

Spread the love

Leave a Reply

Close Menu